Sabtu , November 17 2018
Home / Kripto / Mengenal Proof Of Work Dan Cara Kerja Penambangan
Mengenal Proof of Work, PoW

Mengenal Proof Of Work Dan Cara Kerja Penambangan

Teknologi crypto saat ini menerapkan dua metode pencetakan, yaitu menggunakan algoritma Proof of Work (PoW) dan Proof of Stake (PoS). Diawal pembuatan bitcoin, PoW sebagai bukti kerja nyata algoritma penambangan yang pertama kali digunakan. Konsep ini diambil dari ide Hal Finney yang diperkenalkan pada tahun 2004. Beberapa penjelasan berikut berguna untuk mengenal Proof of Work dan bagaimana cara kerjanya.

PoW dan PoS sangat jelas perbedaannya, dimana PoW pertama kali digunakan untuk penambangan bitcoin. Kemudian konsep ini juga digunakan untuk pembuatan kripto lain seperti LTC, Ether dan Monero. Untuk membuat koin dengan PoW membutuhkan biaya dan sumber listrik yang besar. Sehingga banyak orang menentang penambangan yang jelas menguras energi listrik.

Mengenal Proof of Work (PoW)

PoW merupakan sistem penambangan yang membutuhkan kerja keras sebuah perangakat dan dianggap sebagai solusi terbaik untuk mencegah hacker merusak jaringan. PoW bisa memerangi spam, menolak serangan dari berbagai sistem dan kecurangan. Pada awalnya, Proof of Work diperkenalkan oleh Harold Thomas Finney tahun 2004. Finney secara tak langsung adalah user pertama Bitcoin, sekaligus penerima cryptocurrency bitcoin pertama yang diterima langsung dari Satoshi Nakamoto.

Dalam mengenal Proof of Work, tentunya tidak terlepas untuk mengetahui sistem kerja yang sebenarnya sangat simpel. Sistem ini akan mendeteksi gangguan melalui hashing, sehingga dijadikan sebagai bukti berupa string panjang. String inilah yang berfungsi sebagai bukti kerja nyata atau Proof of Work, contohnya dalam blockchain bitcoin yang menggunakan SHA-256.

Baca juga: Apa Itu Blockchain? Begini Penjelasan Lengkapnya

String dimasukkan kedalam data dengan nilai satu Hash, dimana efek Avalanche atau perubahan kecil pada bagian manapun dari data asli akan menghasilkan hash yang tidak dapat dikenali. Berapa pun ukuran data asli, hash memiliki panjang yang sama. Hash ini berfungsi satu arah dan tidak dapat digunakan untuk mendeteksi data asli.

Hash hanya digunakan untuk memeriksa string sudah sesuai dengan data asli. Pada awal penciptaan bitcoin, hashing sangat mudah diperoleh hanya dengan menggunakan komputer biasa. Dan untuk mengubahnya menjadi bukti kerja nyata, jaringan bitcoin menerapkan tingkat kesulitan (difficulty) yang berubah sesuai dengan tingkat teknologi yang digunakan.

Pengaturan tingkat kesulitan ini bisa berubah sesuai perkembangan teknologi yang akan menyesuaikan sendiri dengan perangkat penambang. Setiap blok baru akan menghasilkan hash valid setiap 10 menit, semakin kecil hash valid maka semakin sulit mendapatkannya. Semakin banyak penambang, justru akan menciptakan jaringan yang kuat dan mempercepat transaksi.

Baca juga: Sistem Dan Cara Kerja Blockchain, Begini Penjelasannya

Bagaimana memastikan penambang telah berhasil mendapatkan hash? Sistem akan mengubah input dengan menambahkan integer yang disebut Nonce atau angka yang digunakan hanya sekali. Setelah hash valid ditemukan, maka akan disebarkan keseluruh jaringan dan ditambahkan ke blockchain sebagai blok. Untuk mengenal Proof of Work paling mudah dengan contoh, misalnya jika seseorang mengubah satu transaksi menjadi 0,0001. Maka hash tidak dapat dikenali, jaringan secara otomatis akan menolaknya. Karena satu data hanya bisa menghasilkan satu hash.