Kamis , November 15 2018
Home / Investasi / Liabilitas Jangka Panjang Dan Pendek Dalam Investasi
aset Ekuitas, Liabilitas jangka panjang

Liabilitas Jangka Panjang Dan Pendek Dalam Investasi

Liabilitas atau liability merupakan utang atau kewajiban keuangan perusahaan yang timbul selama operasi bisnis. Kewajiban ini diselesaikan seiring waktu dengan memanfaatkan nilai ekonomi. Termasuk didalamnya adalah uang, barang ataupun jasa. Baik berupa pinjaman, hutang, hipotek, penangguhan pendapatan, dan biaya outstanding. Tentunya, liabilitas jangka panjang dan jangka pendek sangat berpengaruh dalam investasi saham.

Suatu kewajiban merupakan hal penting dalam perusahaan untuk membiayai operasional. Tidak hanya saham, proyek-proyek yang digulirkan dalam blockchain juga banyak menerapkan liabilitas. Tetapi kebanyakan investor cryptocurrency tidak memperhatikan liabilitas proyek yang ditawarkan. Terlebih proyek yang menawarkan Buy Back cryptocurrency, karena sistem ini termasuk dalam liabilitas.

Hubungan Liabilitas Jangka Panjang Dan Jangka Pendek

Sebuah bisnis membagi liabilitas menjadi dua, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Liabilitas jangka panjang adalah hutang selama periode tertentu yang jauh lebih lama, misalnya 5 tahun. Liabilitas jangka panjang dibayar dengan aset yang berasal dari laba masa depan atau transaksi pembiayaan. Dan hutang bukan satu-satunya liabilitas jangka panjang yang harus ditanggung perusahaan. Termasuk sewa bangunan dan peralatan, pajak, gaji, dan lainnya, berada dalam jangka panjang.

Bagaimana dengan liabilitas jangka pendek? Pembayaran hutang atau hipotek yang jatuh tempo selama tahun berjalan dianggap sebagai hutang lancar. Kegiatan ini seluruhnya tercatat dalam liabilitas jangka pendek dari sebuah Neraca. Contoh lain liabilitas jangka pendek adalah biaya gaji karyawan dan hutang, utilitas bulanan dan lainnya.

Baca juga: Cara Memilih Broker Saham, Sekuritas Atau Pialang Terbaik

Biaya operasional yang ditimbulkan digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Saham dan cryptocurrency merupakan aset yang dimiliki perusahaan, termasuk bangunan, mesin, peralatan ataupun kekayaan intelektual. Jika dijabarkan dalam sebuah rumus maka (Aset – Liabilitas) = Ekuitas. Sementara aset dan liabilitas, keduanya tercantum pada laporan laba rugi perusahaan.

Baca juga: Perbedaan Reksadana Dan ETF, Exchange Traded Fund

Dalam investasi cryptocurrency tidak sama seperti saham yang melampirkan laporan lengkap laba dan rugi. Investasi cryptocurrency pada dasarnya berlandaskan urun dana atau crowdfunding. Sistem ini mendapatkan dana dari praktik penggalangan dana dari publik untuk memodali suatu proyek atau usaha, dan umumnya dilakukan melalui internet.

Baca juga: Volatilitas Pasar Dan Nilai Tukar Menentukan Strategi Trading

Sebagai bentuk yang menyatakan bahwa investor telah ikut berpartisipasi, mereka akan mendapatkan token atau koin senilai investasi. Keuntungan yang diperoleh hanya dengan memperdagangkan token/koin di bursa kripto yang telah ditunjuk. Tidak ada liabilitas jangka panjang ataupun jangka pendek yang harus dipenuhi dalam proyek blockchain.