Senin , Desember 17 2018
Home / Investasi / Kenapa Trading Selalu Loss? Inilah 12 Kesalahan Trader
kenapa trading selalu loss

Kenapa Trading Selalu Loss? Inilah 12 Kesalahan Trader

Perdagangan digital cryptocurrency sangat menggiurkan pemula. Terlebih ketika harga melonjak hingga melebihi keuntungan perdagangan saham dan forex. Tetapi trading cryptocurrency tidak semudah yang dibayangkan, kenapa trading selalu loss? Inilah 12 kesalahan trader yang sering terjadi, terlebih pada pemula.

Banyak orang menyebut cryptocurrency sebagai ‘bubble’ atau hanya tren sesaat. Disaat harganya rendah/bearish bisa saja jatuh hingga lebih dari 50 persen, begitu juga sebaliknya. Ada beberapa poin yang harus dipahami trader dan strategi perdagangan sangat berbeda. Bahkan pedagang yang sudah sering pun terkadang harus menerima nasib kehilangan profit.

Kenapa Trading Selalu Loss?

Apa saja poin penting yang perlu diperhatikan dalam perdagangan cryptocurrency? Beberapa tips berikut ini setidaknya bisa mengurangi resiko kerugian besar. Inilah 12 kesalahan trader yang paling sering dilakukan tanpa disadari.

1. Ingin Cepat Kaya, Profit Berlipat Ganda

Kebanyakan trader hanya memikirkan bagaimana mencapai profit lebh tinggi. Banyak trader mulai terpikat dengan leverage, yang awalnya banyak digunakan dalam perdagangan forex. Tetapi sebagian besar trader ternyata tidak mengetahui apa itu leverage. Yang mereka inginkan hanya menggandakan profit secepat kilat. Jika tidak paham, sebaiknya tetap berdagang di bursa cryptocurrency biasa walaupun untungnya kecil.

Baca juga: 4 Pola Candlestick Paling Akurat Open Close Posisi

Penting untuk diingat, jangan pernah bertransaksi lebih dari yang Anda mampu. Jika Anda memiliki modal 10 juta, cukup gunakan 20 persen. Kemudian modal 20 persen ini digunakan untuk membeli 10 crypto yang berbeda dengan nilai yang sama. Tentunya pembelian kripto berdasarkan teknikal analisis, bukan dengan tebak-tebakan. Keuntungan lebih kecil jauh lebih baik dibandingkan kehilangan uang sekaligus dalam satu hari.

2. Terjebak Kedalam Tren Bulish

Siapa yang tidak terpikat melihat rona hijau di crypto tertentu? Pastinya semua pedagangan ingin ambil bagian dan mendapatkan untung dari tren bulish. Memang hal ini bisa saja dilakukan ketika crypto tertentu sedang mengalami lonjakan atau ‘pumping’. Tetapi mereka tidak sadar bahwasannya perdagangan sedang digiring kesebuah kandang.¬†Mirip seperti hewan ternak yang digiring pengembala dan kemudian kandang ditutup secara tiba-tiba. Trader yang paling akhir sudah jelas tidak bisa kemana-mana, suka atau tidak harus loss.

Baca juga: Apa Itu Long Term, Mid Dan Short Trading?

3. Percaya Analisa Trader Lain

Kebanyakan trader sering follow analisis orang lain dibandingkan membuat analisa sendiri. Artinya, menelan mentah-mentah apa yang diberikan orang lain yang belum tentu bullish dalam waktu dekat. Bisa saja penyebar analisis sedang berusaha menaikkan volume perdagangan koin yang merosot. Atau ‘titipan’ dari developer crypto agar nilai koinnya melonjak. Kalau beruntung, crypto ini bisa bulish lebih dari 10 persen. Jika tidak, yang terjadi justru menguntungkan trader yang sedang menjual massal koinnya.

4. Sering FOMO

Jangan pernah FOMO (Fear of Missing Opportunity), takut kehilangan peluang memang wajar-wajar saja. Tetapi panik disaat membeli justru akan membuat Anda kehilangan akal sehat. Yakini analisis yang dimiliki, dan biarkan selama beberapa waktu. Bukan membeli disaat koin sedang tren, karena Anda akan menerima akibatnya.

5. Sering FUD

Melihat grafik yang tiba-tiba merosot tentunya akan membuat kita shock. Tetapi jangan gegabah, cermati permainan pasar. Tarik nafas sedalamnya dan berfikir apa yang sedang terjadi dan carilah informasi. Jangan langsung menjual karena FUD (Fear Uncertainty Doubt), wajar bila kita ketakutan, merasa tidak pasti dan muncul keraguan. Bisa saja turunnya harga oleh karena pihak lain yang ingin membeli secara massal diharga terendah.

6. Melupakan Target TA

Kenapa trading selalu loss? Kebanyakan trader tidak memperdulikan analisis yang sudah jelas ditentukan berapa keuntungan yang seharusnya diambil (take profit). Tetapi terbuai karena ‘pump’ terus melaju tinggi, yang tanpa disadari tiba-tiba drop dalam hitungan detik. Serakah membuat kita tidak sempat menjual dan profit yang dihasilkan umumnya dibawah target TA (teknikal analisis).

7. Profit Secukupnya, Jangan Serakah

Hanya karena melihat crypto tertentu berwarna merah hingga belasan persen. Bukan berarti nantinya akan naik kembali menjadi belasan persen, bisa saja tren bearish. Rata-rata koin yang turun akan kembali naik antara 2-3 persen. Jika ada even ataupun update tertentu, secara normal Altcoin bisa naik hingga 5 persen. Intinya, tidak kehilangan uang jauh lebih penting daripada mengejar profit tinggi.

Baca juga: Apa Itu Arbitrase Bitcoin? Trik Dan Strategi Profit Altcoin

8. Tidak Menerima Kenyatan Loss

Perdagangan wajar pasti ada untung dan rugi. Maka, tidak wajar apabila ada trader yang tak menerima kenyataan bahwa dia sedang loss atau rugi. Jangan biarkan kerugian terus terjadi berhari-hari, bisa saja tren sedang mengubah teknikal analisis Anda. Gunakan ‘Stop Loss’, suka atau tidak harus ditelan walaupun terasa pahit.

9. Stop Loss Terlalu Rendah Atau Tinggi

Kenapa trading selalu loss? Perdagangan cryptocurrency paling cepat turun, sehingga banyak trader yang harus menjual rugi karena kesalahan menetapkan Stop Loss yang rendah atau terlalu tinggi. Sebelum bullish, crypto biasanya akan turun antara 1-2 persen bahkan lebih. Seperti biasanya, banyak trader yang menginginkan koin diharga rendah dan kemudian membelinya. Berapa nilai stop loss yang aman untuk Altcoin? Apabila sudah yakin dengan TA yang dimiliki, masukkan stop-loss antara 5-7 persen.

10. Lupa Mengikuti Tren Bitcoin (BTC)

Yang paling sering terjadi kenapa trading Altcoin selalu loss adalah lupa mengikuti tren bitcoin (BTC). Sampai hari ini, harga turun naiknya altcoin bergantung pada bitcoin. Ketika trader sudah merasakan keuntungan altcoin, mereka sering lupa melihat tren BTC. Akibatnya, bitcoin tiba-tiba drop dan membuat altcoin turun seketika.

11. Keseringan Begadang

Faktanya, orang yang tidak sehat sering mengalami kerugian trading. Salah satu penyebabnya karena kurangnya kemampuan berfikir, lelah ataupun sakit. Trading membutuhkan kecerdasan dalam menganalisa teknikal grafik dan fundamental. Sebagian besar trader di Indonesia berdagang diatas jam 23.00 WIB, waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat. Situasi ini justru membuat otak tidak sehat, dan jangan gunakan untuk membuat analisis.

Kapan waktu yang tepat untuk membuat analisa teknikal dan fundamental? Sebaiknya dimulai dari bangun pagi hingga sore hari, atau sekurang-kurangnya 4 jam sehari. Analisa ini untuk digunakan pada malam harinya, lakukan hanya untuk membeli dan menjual. Intinya, analisis dilakukan pada saat tubuh sedang fit. Jika kondisi tubuh kurang fit, sebaiknya tutup semua perdagangan harian.

12. Malas Berdoa Sebelum Trading

Percaya atau tidak, lupa berdoa juga menjadi penyebab kenapa trading selalu loss. Banyak trader yang lupa berdoa, padahal trading digital crypto, forex, ataupun saham, semuanya tidak jauh berbeda dengan pedagang yang beraktifitas didunia nyata. Sama-sama mengejar keuntungan, tetapi pedagang di dunia nyata lebih sering berdoa sebelum melakukan perdagangan di pagi hari, dan mereka jarang merugi.

Baca juga: Cara Menambah Penghasilan Dan Uang Saku Dari Bounty Hunter

Itulah kenapa trading selalu loss, pahami 12 kesalahan trader yang sering terjadi. Ubah kebiasaan dan lakukan dengan hati-hati, jangan ceroboh mengikuti berbagai signal. Karena sebagian besar signal tujuannya adalah ‘pump’ dengan atau tanpa ‘titipan’.