Sabtu , November 17 2018
Home / Mining / Jenis Kriptografi Modern, 22 Algoritma Cryptocurrency
Jenis Kriptografi Modern

Jenis Kriptografi Modern, 22 Algoritma Cryptocurrency

Bagi Anda yang mencari informasi tentang algoritma cryptocurrency, halaman ini merupakan penambahan dari kekurangan pembahasan sebelumnya. Ada banyak jenis kriptografi modern yang sebelumnya tampak asing kita dengar. Tetapi key ini telah digunakan dalam pembuatan mata uang digital.

Pembahasan sebelumnya menjelaskan 6 algoritma yang umum digunakan dalam pembuatan atau penambangan kripto. Seluruh algo ini bisa digunakan untuk metode PoW dan PoS, bahkan ada yang hybrid. Sebagian besar algo diciptakan ketika diadakan kompetisi National Institute of Standards and Technology. Dari sini lahir berbagai algoritma yang kemudian diterapkan untuk menciptakan keamanan data cryptocurrency.

Jenis Kriptografi Modern

Sebelumnya, algoritma populer telah dijelaskan pada halaman yang lalu. Berikut beberapa jenis kriptografi modern lainnya yang digunakan dalam pembuatan cryptocurrency:

1. Algoritma SHA256D, SHA512 (SHA-2), SHA-3

Secure Hash Algorithm 1 (SHA-1) adalah algoritma keamanan komputer kriptografi yang dibuat oleh US National Security Agency tahun 1995. Perbaikan ini untuk menggantikan algoritma SHA-0 yang dirilis pada tahun 1993.

SHA-256D menerapkan dua kali algoritma SHA-256, yaitu informasi awal dan hash yang diperoleh setelah aplikasi pertama. Algoritma ini digunakan berbagai kripto, termasuk Bitcoin. Kemudian menyusul algoritma SHA-512 (SHA-2) yang dikembangkan oleh NIST. Struktur fungsi identik dengan struktur SHA-256, tetapi komputasi menggunakan 64-bit. Sementara Algoritma SHA-3 berdasarkan prinsip kriptografi Keccak, sehingga lebih cepat dan lebih aman dibandingkan SHA-1 dan SHA-2.

Baca juga: Trik Dan Tips Steemit, 3 Cara Mendapatkan Vote Dan Follower

2. Algoritma NeoScrypt

NeoScrypt pertama kali diciptakan dari pembuatan cryptocurrency Feathercoin. Algoritma ini merupakan versi terbaru untuk menggantikan Scrypt yang memungkinkan penambangan GPU lebih efektif dan anti ASIC. Kemunculan kriptografi ini diumumkan pada Juni 2014, secara kriptografi lelbih kuat dan algoritma kurang mengkonsumsi memori.

3. Algoritma Quark, HMQ1725

Quark, pertama kali digunakan dalam cryptocurrency Quarkcoin pada tahun 2013. Algoritma ini hampir sama seperti X11 yang mengimplementasikan 9 putaran hashing dan 6 fungsi. Struktur ini memungkinkan keamanan yang kuat dan penambangan CPU yang cepat. Kemudian dikembangkan Highly Modified Quark1725 (HMQ1725) oleh komunitas CryptoCoderz sebagai modernisasi mendalam dari fungsi hash Quark. Algo ini menggunakan 25 putaran hash dan 17 algoritma yang didasarkan pada prinsip Proof of Stake.

4. Algoritma NIST-5, Lyra2, Lyra2RE

NIST-5 menggunakan gabungan 5 fungsi hash Grostl, Blake, Keccak, JH, dan Skein. Dikembangkan oleh National Institute of Standards and Technology. Lyra2 adalah Key Derivation Function (KDF), juga disebut Password Hashing Scheme (PHS). Lyra2 mendapat pengakuan khusus selama kompetisi hashing pada bulan Juli 2015. Lyra2 adalah peningkatan Lyra, yang sebelumnya diusulkan oleh penulis yang sama. Sementara Lyra2RE berdasarkan pada teknologi NIST-5 yang tahan terhadap semua jenis perangkat ASIC. Algoritma Lyra2RE memungkinkan pengurangan konsumsi listrik selama penambangan dan menghindari overheating, digunakan dalam pembuatan Vertcoin dan ZCoin.

5. Algoritma Groestl

Grostl adalah fungsi hash yang diciptakan peneliti dalam kompetisi NIST SHA-3. Groestl juga merupakan bagian dari algoritma yang lebih kompleks yang menggunakan beberapa fungsi hash X11, X15, X17. Algo ini digunakan dalam pembuatan koin Groestlcoin (GRS). Grostl terpilih sebagai salah satu dari lima finalis kompetisi. Algo ini menggunakan S-box yang sama dengan AES dalam konstruksi kustom, kecepatan hingga 21,4 siklus per byte pada Intel Core 2 Duo.

6. Algoritma Blake

Blake diperkenalkan selama kompetisi algoritma kriptografi NIST SHA-3. Algoritma ini diakui sebagai salah satu dari 5 fungsi hash terbaik selama kontes. Ada beberapa jenis Blake yang digunakan yaitu Blake-256, Blake-224, Blake-512, Blake-384, Blake2B, dan Blake2S.

Baca juga: Mengenal Versi Proof of Stake, POSv1, POSv2 Dan POSv3

Blake dan Blake2 adalah fungsi hash kriptografi berdasarkan pada stream aliran Dan Bernstein’s ChaCha. Tetapi salinan blok input di-permutasi, XOR dilengkapi dengan beberapa konstanta putaran, dan ditambahkan sebelum setiap putaran ChaCha. Blake berulang kali menggabungkan nilai hash 8-kata dengan 16 kata, memotong hasil ChaCha untuk mendapatkan nilai hash berikutnya.

7. Algoritma Time Travel

Jenis kriptografi modern ini dibuat oleh pengembang cryptocurrency Machinecoin pada awal tahun 2016. Bitcore (BTX) juga menggunakan algo Time Travel-10 yang mendukung 40320 kombinasi algoritma hashing. Dapat diperluas menjadi 362880, 3628800 bahkan lebih seiring perjalanan waktu.

8. Algoritma Keccak

Keccak adalah pemenang kontes NIST SHA-3 pada tahun 2012, dan generasi baru Secure Hash Algorithms yang dirilis NIST tahun 2015. Keccak lebih cepat dan lebih aman dibandingkan dengan generasi SHA-2 sebelumnya. Keccak didasarkan pada pendekatan baru yang disebut konstruksi spons. Konstruksi spons didasarkan pada fungsi acak yang luas atau permutasi acak, menyerap sejumlah data dan mengeluarkannya. Algo ini bertindak sebagai fungsi pseudorandom berkaitan dengan semua masukan sebelumnya dan sangat fleksibel.

9. Algoritma MARS

Ditemukan pada tahun 1998 oleh IBM Corporation, yang merupakan hasil pencarian selama 20 tahun. Multivariate Adaptive Regression Splines (MARS) tahan terhadap serangan peretasan dan efektif untuk perangkat rendah seperti smart card. Mars merupakan bentuk analisis regresi yang diperkenalkan oleh Jerome H. Friedman pada tahun 1991. Ini adalah teknik regresi non-parametrik dan sebagai perpanjangan dari model linier. Secara otomatis memodelkan nonlinier dan interaksi antar variabel.

10. Algoritma SkunkHash

Skunk Hash dikembangkan ketika menambang Signatum. Jenis kriptografi modern ini digunakan untuk penambangan GPU dan CPU. Walaupun SkunkHash tidak populer dikalangan pengembang cryptocurrency, tetapi algoritma ini memiliki tingkat keamanan yang bagus dan perlu diperhitungkan.

11. Algoritma M7 POW, M7M

Magnificent 7 (M7) menggunakan 7 fungsi hashing dalam metode Proof of Work. Algo ini dianggap sangat tahan terhadap ASIC, dan dibuat oleh pengembang cryptonote untuk penambangan CPU. Algoritma M7 kemudian disempurnakan menjadi M7M, dan digunakan dalam pembuatan Magi (XMG).

Baca juga: 3 Cryptocurrency Yang Paling Mudah Ditambang CPU Biasa

12. Algoritma Xevan

Algoritma ini dikembangkan oleh BitSend yang tahan terhadap ASIC dan efisiensi energi. Jenis kriptografi modern ini didasarkan pada teknologi X17 yang menggunakan 17 fungsi hash yang berbeda. BitSend adalah cryptocurrency pertama yang memperkenalkan algoritma hashing Xevan. Setelah itu digunakan untuk Solaris, Nanucoin, Northern Coin. Amsterdam Coin, XHIMERA, B-Hash, Bitcoin Incognito.

13. Algoritma Ouroboros

Dalam tradisi kuno Yunani, nama Ouroboros (Uroborus) merupakan sebuah simbol kuno yang menggambarkan ular atau naga memakan ekornya sendiri. Ouroboros dikembangkan untuk pembuatan Cardano (ADA) melalui Proof of Stake algoritma yang paling aman dan andal. Fitur ini membuat sistem Cardano dengan tingkat desentralisasi yang tinggi.

14. Algoritma Stanford Folding

Folding dianggap tidak biasa, secara khusus menghubungkan teknologi blockchain dengan penelitian medis. Folding adalah proyek komputasi terdistribusi untuk penelitian penyakit yang menyimulasikan pelipatan protein, rancangan obat komputasional, dan jenis dinamika molekuler lainnya.

Proyek ini menggunakan sumber daya yang tidak digunakan pada komputer pribadi. Tujuan utamanya adalah untuk menentukan mekanisme pelipatan protein untuk mencapai struktur tiga dimensi, dan memeriksa penyebab kesalahan protein. Cryptocurrency yang menggunakan Stanford Folding adalah FoldingCoin. Algoritma ini untuk penambangan GPU dan tahan terhadap penambangan ASIC.

15. Algoritma 1GB AES Patern Search

Algoritma 1GB AES Patern Search digunakan dalam pembuatan HodleCoin untuk penambangan CPU. Algo AES 1GB didasarkan pada prinsip pembuatan data pseudo-acak yang dapat membantu mencapai tingkat keamanan yang tinggi. Algo ini mewajibkan penggunaan RAM 1GB untuk membuat bukti kerja (PoW), dibatasi oleh bandwidth memori operasi CPU. Jadi menambahkan unit komputasi lebih banyak justru akan mendapatkan sedikit manfaat karena bandwidth bus memori menjadi hambatan. Cara meningkatkannya hanya dengan SoCs (Sistem on Chip).

16. Algoritma PHI1612

PHI1612 merupakan algoritma yang menggabungkan teknologi PoW dan PoS. Pengguna bisa beralih dari PoW ke PoS untuk mengatur kecepatan penambangan. Algoritma ini tahan ASIC, dan mode PoS bisa digunakan bagi pengguna yang tidak mempunyai hardware GPU. Algoritma PHI1612 digunakan pada pembuatan LUXCoin (LUX).

17. Algoritma Shabal256

Shabal diciptakan oleg peneliti Perancis pada saat kompetisi NIST tahun 2012. algo ini dianggap sangat cepat, tetapi beberapa praktisi menganggapnya tidak sempurna dalam hal keamanan kriptografi. Shabal256 adalah fungsi hash kriptografis utama yang digunakan oleh Burstcoin. Shabal tidak berat atau lambat dibandingkan SHA256, dan menyimpan hash precomputed.

18. Algoritma Argon2

Argon2 ditemukan pada tahun 2015 oleh peneliti dari Luxemburg National University. Argon2 mampu mengurangi risiko GPU rusak dan serangan side-channel karena urutan mengakses array memori yang memerlukan password. Sehingga memungkinkan pemanfaatan yang jauh lebih efektif di beberapa blok komputasi. Argon2id adalah versi hibrida, mengikuti pendekatan Argon2i untuk melewati memori pertama dan pendekatan Argon2d untuk melewati tahap berikutnya.

19. Algoritma Counterparty

Counterparty adalah platform keuangan untuk membuat aplikasi keuangan peer-to-peer pada blockchain bitcoin. Jenis kriptografi modern ini menggunakan metode Proof of Burn, terjadi ketika seseorang ingin membeli token XCP menggunakan BTC. Algoritma ini digunakan pada kripto XCP, sebagai bahan bakar yang memberdayakan Counterparty.

Sekitar 2,6 juta XCP telah dibuat dengan cara membakar Bitcoin pada bulan Januari 2014. Counterparty menyediakan pertukaran mata uang digital terdesentralisasi pertama di dunia, menciptakan aset virtual, menerbitkan dividen, harga, dll. Fitur Counterparty tergantung pada sistem blockchain Bitcoin.

20. Algoritma Yescrypt

Algoritma ini didasarkan pada fungsi Scrypt dengan sistem keamanan yang ditingkatkan menjadi lebih baik. Yescrypt lebih sederhana dan lebih efektif jika dibandingkan dengan pendahulunya. Yescrypt adalah fungsi derivasi key berbasis kata sandi, menciptakan kunci yang cocok untuk melakukan enkripsi atau penyimpanan untuk memvalidasi kata sandi. Yescrypt didasarkan pada scrypt oleh Colin Percival dari Tarsnap.

21. Algoritma Whirlpool

Whirlpool dikembangkan pada tahun 2000, sebelum cryptocurrency muncul. Tetapi dianggap aman karena menerapkan fungsi hash 512 bit. Whirlpool adalah hash yang dirancang setelah cipher blok Square, dan termasuk fungsi block cipher. Algo ini berjalan dengan konstruksi Miyaguchi-Preneel berdasarkan Standar Enkripsi Lanjutan (AES) yang dimodifikasi secara substansial. Panjang kriptografi kurang dari 2256 bit dan mengembalikan inton pesan 512-bit.

22. Algoritma Skein

Algoritma hashing Skein menggunakan memori seminimal mungkin, dan bertahan dari semua jenis serangan fungsi hash. Skein merupakan satu dari lima finalis dalam kompetisi fungsi hash NIST. Dimasukkan sebagai kandidat untuk menjadi standar SHA-3, pengganti SHA-1 dan SHA-2, tetapi akhirnya kalah dari kandidat NIST, yaitu Keccak. Skein mendukung ukuran status internal 256, 512 dan 1024 bit, dan ukuran output yang berubah-ubah.

Baca juga: Jenis Cryptocurrency Yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli

Untuk algoritma SHA256, Scrypt, CryptoNote & CryptoNight, Ethash, Dagger, Equihash. Dan algoritma ‘X’ (X11, X12, X13, X14, X15, X17), telah dibahas dan dijelaskan pada halaman ini: 6 Algoritma Cryptocurrency Paling Populer Saat Ini.

Seluruh algoritma diatas digunakan dalam pembuatan cryptocurrency yang termasuk kedalam jenis kriptografi modern. Akan ada algoritma yang lain akan muncul dimasa mendatang, mengingat pertumbuhan teknologi komputer cepat meningkat. Setiap tahun diperkirakan muncul algo baru yang diterapkan kedalam blockchain.