Sabtu , November 17 2018
Home / Mining / Delegated Proof of Stake (DPOS), Konsensus BitShares Dan EOS
Delegated Proof of Stake, DPOS

Delegated Proof of Stake (DPOS), Konsensus BitShares Dan EOS

Salah satu cryptocurrency yang sampai hari ini mempunyai reputasi tinggi adalah BitShares. Koin ini mengadopsi konsensus Delegasi yang dianggap fleksibel dan efisien. Delegated Proof of Stake atau DPOS dikembangkan oleh peneliti Universitas Michigan, Eric Wustrow dan Benjamin Vander Sloot. Selain BitShares, EOS juga menggunakan konsensus ini untuk meningkatkan kecepatan jaringan. Mengapa BitShares (BTS) memilih konsensus ini, dan apa saja kelebihannya dalam jaringan blockchain?

Parameter, biaya untuk memblokir interval dan ukuran transaksi, seluruhnya bisa disesuaikan melalui delegasi (Delegated) yang dipilih. Pemilihan produsen blok pada konsensus ini memungkinkan transaksi dikonfirmasi dalam waktu sekitar 1 detik. Selain itu, protokol konsensus blockchain dibangun untuk melindungi semua pengguna terhadap gangguan regulasi. Inilah yang membuat konsensus ini diadopsi oleh BitShares dan beberapa altcoin lainnya.

Apa Itu Delegated Proof of Stake, DPOS?

Konsensus DPOS bertujuan untuk mengurutkan pembaruan yang harus diterapkan kedalam buku besar. Delegated Proof of Stake (DPOS) dianggap sebagai model konsensus tercepat dan paling efisien. Konsensus ini pastinya terdesentralisasi dan menurut pengembang merupakan pilihan yang paling fleksibel saat ini. Melalui DPOS, BitShares memanfaatkan kekuatan voting pemangku kepentingan untuk menyelesaikan masalah konsensus dengan cara yang adil dan demokratis.

Menurut pengembang/developer, BitShares merupakan database terdistribusi global pertama yang digunakan sebagai buku besar untuk melacak kepemilikan aset digital. Seluruh update terbaru yang terjadi di buku besar harus divalidasi. Transaksi ini ditulis dalam urutan yang tepat untuk memungkinkan basis data tetap konsisten dan disetujui secara universal.

Dalam jaringan konsensus DPOS, pemangku kepentingan bisa saja memilih saksi untuk menghasilkan blok. Ini tampak aneh ya, tetapi inilah kelebihan DPOS, dimana pemilihan dilakukan secara demokratis. Misalnya, pada blok A terjadi transaksi yang memperbarui status database. Maka setiap akun diperbolehkan memberi satu suara per saksi, yang disebut voting persetujuan (Approval).

Baca juga: Robot Trading Bitcoin Gratis, Aplikasi Open Source

Dalam sistem ini, setidaknya 50% pemangku kepentingan memilihnya sehingga terbentuk sebuah sistem yang benar-benar desentralisasi. Jadi, ketika para pemangku kepentingan mengajukan sejumlah saksi secara demokratis. Mereka juga harus memilih beberapa saksi yang ikut terlibat didalamnya. Tetapi, seorang pemangku kepentingan tidak bisa memilih desentralisasi lebih banyak daripada para saksi yang memberikan suara.

Apa untungnya bagi para saksi? Setiap kali saksi menghasilkan blok, mereka dibayar dengan kripto. Tingkat pembayaran ini telah ditentukan nilainya oleh para pemangku kepentingan melalui delegasi terpilih. tetapi bisa saja para saksi tidak mendapatkan bayaran, jika mereka gagal membuat blok baru. Ini merupakan cara mining BitShares dengan cara staking koin.

Baca juga: Proof of Elapsed Time (POET), Konsensus Hemat Energi

Saksi-saksi terpilih dalam sistem Delegated Proof of Stake akan diganti disaat terjadi perhitungan suara. Saksi-saksi ini diambil secara acak, dan diberi kesempatan untuk menghasilkan blok dengan jadwal tetap, satu blok setiap 2 detik. Tetapi jika saksi tidak berhasil menghasilkan blok baru di slot mereka, maka slot ini dilewati. Kemudian saksi selanjutnya akan membuat blok di slot berikutnya, bukan menyambung slot yang gagal terbentuk. Setelah semua saksi mendapat giliran, pemangku kepentingan akan memilih kembali saksi baru.