Sabtu , November 17 2018
Home / Investasi / Cara Membaca Stochastic Oscillator Saham, Cryptocurrency, Forex
Bot Trading, Cara Membuat Bot Trading Bitcoin

Cara Membaca Stochastic Oscillator Saham, Cryptocurrency, Forex

Perdagangan aset online saat ini menjadi pilihan yang banyak diminati banyak orang. Terutama perdagangan saham, forex, dan kemudian diikuti oleh kripto yang baru-baru ini menjadi trending. Stochastic oscillator merupakan indikator momentum yang membandingkan harga penutupan sekuritas dengan kisaran harga selama periode tertentu. Bagaimana cara membaca stochastic oscillator untuk saham, perdagangan cryptocurrency dan forex?

Pada awalnya, George Lane merupakan orang yang pertama kali menciptakan teknikal analisis osilator stokastik pada tahun 1950-an. TA ini menyajikan harga penutupan saham yang berkaitan dengan kisaran tinggi dan rendah dari harga aset selama periode waktu tertentu. Pada umumnya kisaran periode waktu selama 14 hari.

Cara Membaca Stochastic Oscillator

Osilator stochastic tidak mengikuti harga atau volume atau yang sama, tetapi mengikuti kecepatan atau momentum harga. Momentum harga berubah sebelum harga tersebut berubah sendiri, sehingga dapat digunakan untuk menandai pembalikan ketika indikator menunjukkan divergensi bullish atau bearish.

Perdagangan online kini telah menyediakan tools yang membantu trader lebih mudah menentukan kapan harus membeli dan menjual. Sensitivitas osilator terhadap pergerakan pasar dapat direduksi dengan menyesuaikan periode waktu, atau dengan mengambil rata-rata bergerak dari hasil. Tools ini dianggap sangat membantu pedagang, terlebih menggabungkannya dengan beberapa teknikal analisis (TA).

Cara Membaca Stochastic Oscillator

Secara umum, dalam cara membaca stochastic oscillator bisa dihitung dengan menggunakan rumus: %K = 100 (C – L14) / (H14 – L14). Dimana C adalah harga penutupan terbaru. L14 adalah rendahnya 14 sesi perdagangan sebelumnya. H14 adalah harga tertinggi yang diperdagangkan selama periode 14 hari yang sama. %K adalah kurs pasar saat ini untuk pasangan mata uang. %D adalah rata-rata pergerakan 3 periode dari %K.

Baca juga: Rahasia Bollinger Band, Indikator Trading Ampuh

Indikator stochastic menunjukkan sebuah tren pasar ke atas, dimana harga akan bergerak dekat dengan harga tinggi. Dan tren pasar ke bawah akan menunjukkan harga mendekati level terendah. Sinyal transaksi dibuat ketika %K melintasi rata-rata pergerakan tiga periode, yang disebut %D. Sinyal pertama dianggap paling penting dalam mengidentifikasi jalur sinyal perdagangan.

Adapun cara setting indikator stochastic oscillator untuk hit and run bisa memasukkan nilai tertentu. Yaitu periode %K: 9, periode %D: 3, dan slowing: 5. Kemudian ditambahkan dengan setting Exponential Moving Average (EMA) 50. Kedua TA ini sudah cukup untuk scalping, hit and run.

Baca juga: Setting Bollinger Band Untuk Scalping Trading

Cara membaca Oscillator stochastic untuk mengidentifikasi level overbought dan oversold akan saling terikat. Dimana rentang analisis antara 0 hingga 100 akan tetap konstan, tidak peduli seberapa cepat atau lambat pergerakannya. TA ini berada diangka 20 untuk ambang batas oversold, dan 80 untuk ambang overbought.