Kamis , November 15 2018
Home / Mining / Biaya Transaksi Monero Turun Setelah Hard Fork Bulletproofs
Biaya Transaksi Monero

Biaya Transaksi Monero Turun Setelah Hard Fork Bulletproofs

Monero baru-baru ini telah menyelesaikan hard fork pada 18 Oktober 2018. Pembaharuan kali ini tidak menciptakan koin baru seperti hard fork sebelumnya. Tetapi kali ini pembaharuan berupa penurunan biaya transaksi Monero sebesar 97 persen dari fee sebelumnya.

Tentunya, hal ini menjadi kabar gembira dikalangan komunitas Monero (XMR), dimana selama ini banyak yang keberatan dengan fee tinggi. Biaya transaksi XMR sebelumnya dikenakan berkisar $0,6 dan setelah hard fork saat ini menjadi $0,02. Penurunan ini dianggap sangat penting bagi sebagian orang yang ingin bertransaksi kecil.

Penurunan Biaya Transaksi Monero

Saat ini jaringan blockchain menjalankan Monero 0.13.0 Beryllium Bullet. Hard fork ini menerapkan ‘Bulletproofs’ sebagai dasar untuk koin privasi. Hal ini sangat memungkinkan rincian transaksi Monero (XMR) disembunyikan dari publik. Tidak sepertti bitcoin, blockchain Monero dianggap sebagai tempat untuk menyimpan aset tanpa harus takut terlihat publik.

Tujuan upgrade blockchain yang didukung oleh Proof of Work mengalami sedikit pergeseran mekanisme konsensus. Tentunya untuk mengendalikan potensi ancaman dan mempertahankan ketahanan jaringan terhadap ASIC. Dengan munculnya produk CryptoNight ASIC hampir saja membuat penambang GPU menjadi punah. Sementara BulletProofs merupakan bentuk transaksi unik yang menggunakan bukti zero-knowledge (ZK-snarks), dan tentunya memperkecil ukuran komputasi.

Baca juga: Hardware Mining Asal China Terkena Sanksi Perdagangan AS

Dengan menerapkan Bulletproofs diharapkan akan membuat nilai jual Monero menjadi tinggi. Menurut data yang dihimpun CoinMetrics, penurunan biaya transaksi Monero rata-rata turun lebih dari 83 persen. Pra-hard fork mencapai 18,5kb kemudian menjadi hanya 3kb. Hard fork ini terjadi pada blok 1,685,555 dan Bulletproofs dieksekusi pada blok 1,686,275.

Bulletproofs ini sebelumnya telah diperkenalkan Monero sebagai salah satu solusi untuk meningkatan privasi. Kemudian bisa menciptakan transaksi yang lebih cepat dan lebih murah. Dan yang terpenting bawah sistem ini resisten terhadap penambang ASIC untuk menghindari risiko sentralisasi. Sehingga pengecilan ukuran bukti kriptografi bisa dicapai dengan sistem Bulletproofs.

Baca juga: Hardfork Ethereum Constantinople Ditunda Hingga Awal 2019

Efek dari hard fork tidak hanya berimbass pada penurunan biaya transaksi Monero. Tetapi juga menyebabkan ruang penyimpanan jauh lebih sedikit. Tingkat kesulitan penambangan dilaporkan juga telah menurun secara signifikan sejak hard fork. Pembaharuan ini dianggap sejalan dengan visi para pengembang untuk menghindari sentralisasi.