Sabtu , November 17 2018
Home / Investasi / Belajar Trading Saham Pemula Paling Mudah, Begini Caranya
Belajar Trading Saham

Belajar Trading Saham Pemula Paling Mudah, Begini Caranya

Banyak orang mulai ingin mempelajari bagaimana menghasilkan uang hanya dari rumah. Terlebih saat ini persaingan tenaga kerja semakin ketat, ribuan lulusan sarjana akan menjadi pesaing Anda dalam waktu dekat. Begitupula dengan perusahaan yang semakin mengembangkan bisnis dengan menerbitkan saham untuk publik. Bisakah kita ikut andil didalamnya? Belajar trading saham untuk pemula sebenarnya tidak begitu sulit. Yang dibutuhkan adalah kesabaran dan kecermatan dalam analisa pasar.

Mengapa banyak trader pemula yang gagal membangun bisnis saham? Saham bukan seperti membeli barang yang sering berbeda harga disetiap pasar tradisional. Dibeli dari pasar A, kemudian dijual di pasar B. Perdagangan saham kini tidak terlihat siapa saja penjual dan pembeli, karena rata-rata berada dibalik layar dari seluruh dunia.

Saat ini teknologi telah membantu trader untuk mempermudah kepemilikan saham. Dengan adanya paltform online, semua orang bisa saja membeli dan menjual saham di pasar modal. Tidak ada kesulitan menggunakan platform ini, bahkan bisa diakses melalui komputer dan ponsel smartphone.

Cara Mudah Belajar Trading Saham

Bagaimana cara belajar trading saham bagi pemula dengan jalan yang paling mudah? Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk memulai, sebagai panduan dasar sebelum investasi saham.

1. Buka Akun Sekuritas

Di Indonesia tercatat ratusan perusahaan pialang yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan Anda. Mulai dari milik pemerintah hingga perusahaan swasta, dan pastikan perusahaan ini terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Baca juga: Cara Memilih Broker Saham, Sekuritas Atau Pialang Terbaik

Dalam memilih broker, pialang atau sekuritas, tentunya harus mencermati apa saja layanan yang diberikan. Mulai dari komisi hingga tools yang disediakan untuk mempermudah perdagangan saham. Dalam perdagangan saham, sangat dibutuhkan analisa pasar, sehingga tools dan rekomendasi dari pialang bisa menentukan investasi Anda berkembang atau tidak.

2. Inspirasi Dari Membaca Media Dan Buku

Banyak orang yang sukses investasi saham karena rajin membaca berita, artikel, dan buku-buku yang menginspirasi. Secara tidak langsung, apa yang mereka baca telah membangun semangat positif ketika pasar mengalami keterpurukan. Begitupula dengan membaca tips artikel yang membangun dan mendidik, secara tak langsung akan menambah wawasan pribadi.

Tidak banyak orang yang mampu bertahan ketika melihat saham mereka anjlok. tetapi dengan kesabaran dan semangat yang luar biasa, mereka sanggup menahan ratusan saham agar tidak dijual dan menunggu berbulan-bulan untuk bangkit kembali. Membaca biografi dan pengalaman dari profesional akan memuka wawasan terhadap pasar saham. Seperti Warren Buffett, George Soros, Jesse Livermore, John Templeton, Peter Lynch, Benjamin Graham, dll.

Baca juga: Jenis Saham Menurut Para Ahli Secara Umum

Saham tidak terlepas dari pemberitaan, ketika sebuah perusahaan disebutkan dalam sebuah berita yang terdengar negatif, maka harga paling sering turun. Kondisi ini sebaiknya diantisipasi, kita membutuhkan platform online yang bisa dibawa kemana saja, termasuk smartphone. Dalam hal ini ekseskusi cepat dibutuhkan, atau memutuskan untuk menahan saham dalam beberapa bulan.

Sumber berita bisa didapatkan dari media nasional, dan untuk berita saham internasional bisa mengikuti Google Finance. Selain itu, berita juga bisa diperoleh dari siaran TV. Hati-hati dengan pemberitaan media, terkadang berita sering dilebih-lebihkan sehingga membuat pasar bergejolak.

3. Cari Teman Atau Mentor, Ikuti Seminar

Berteman dengan seorang pakar trading saham adalah hal yang sangat menguntungkan dalam belajar trading saham. Jadi, sebisa mungkin seorang pemula harus menemukan seorang mentor yang bisa membimbing dalam membantu merekomendasi dalam perdagangan saham. Kebanyakan investor yang telah sukses dalam beberapa tahun, kini mereka menjadi mentor untuk invostor pemula.

Mentor ataupun teman bisa saja ditemukan melalui sebuah forum online ataupun group chat. Tetapi teman-teman baru yang ditemui dari forum ini jangan langsung dipercaya, berhati-hati dengan apa yang Anda baca dan dengarkan. Kebanyakan, mereka yang berkicau di forum online justru bukan trader profesional. Mereka yang benar-benar mentor, jarang bersuara panjang lebar dalam suatu forum ataupun chat.

Banyak mentor profesional menyediakan layanan berbayar, bahkan banyak dari mereka yang memberikan penelitian dan analisa bersifat mendidik. Tergantung dengan kebutuhan Anda, apakah mentor yang dipilih sudah sesuai dengan kriteria yang Anda cari. Adapula website-website yang menawarkan mentor dengan harga tinggi, tetapi faktanya hanya akan menguras isi kantong Anda.

Seminar akan membantu Anda untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang pasar saham dan investasi. Ada seminar yang diadakan secara gratis, tetapi dibaliknya disisipi promosi penjualan. Berbeda dengan seminar berbayar, tentunya akan lebih terbuka, memberikan tips yang tidak diketahui orang lain, dan menjawab semua pertanyaan Anda.

4. Beli Saham Pertama Anda

Setelah memahami seluruh poin diatas, kini saatnya membeli saham pertama. Jangan takut dan jangan ragu dalam belajar trading saham, tentunya semua berdasarkan analisa. Jika Anda masih ragu, gunakan trading simulator sebelum benar-benar berinvestasi. dan jika sudah yakin, gunakan 10 persen dana yang tersedia. Jangan pernah menggunakan seluruhnya (All in) modal Anda untuk membeli saham.

Baca juga: Apa Itu Capital Gain Dan Capital Loss?

Mengapa harus 10 persen, tidak 30 atau 50 persen? Jika Anda merugi pada saat perdagangan saham, maka masih ada 90 persen modal yang bisa ditanamkan. Sisa 90 persen ini bisa saja menutupi kerugian yang 10 persen, tentunya dengan memilih saham yang pertumbuhannya baik.

Ada 9 saham yang kemungkinan akan menutupi kerugian 1 saham. Perbandingan ini bisa diperkecil menjadi 5 persen, tergantung dana yang Anda siapkan. dengan kata lain, jangan serakah hanya untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Seorang trader butuh kesabaran, tidak bernafsu menanamkan seluruh modal. Dan lebih mengutamakan analisa daripada berita atau omongan orang lain.

Baca juga: Apa Itu Dividen, Dan Pengertian Dividen Yield?

Jadi sudah jelas, belajar trading saham untuk pemula sebenarnya mudah. Tetapi tidak semudah berdagang barang-barang tradisional. Banyak trader pemula yang bangkrut karena mereka menanamkan modal All in. Jika ingin sukses, jangan gunakan seluruh dana Anda.