Sabtu , November 17 2018
Home / Investasi / Apa Itu IPO, Initial Public Offering?
Apa Itu IPO

Apa Itu IPO, Initial Public Offering?

Beberapa orang mulai menyadari pentingnya investasi masa depan, salah satunya dengan membeli saham yang diperdagangkan ketika IPO. Initial Public Offering (IPO) adalah salah satu investasi yang menguntungkan dalam jangka waktu yang panjang. Apa itu IPO, dan bisakah dijadikan pilihan investasi yang menjanjikan?

Penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) adalah penawaran saham perusahaan untuk meningkatkan modal investasi kepada publik untuk pertama kalinya. Perusahaan yang sedang tumbuh mencari modal untuk melakukan ekspansi bisnis umumnya menggunakan IPO. Beberapa perusahaan besar juga memperdagangkan saham mereka secara publik.

Apa Itu IPO?

Dalam IPO ini, perusahaan yang meningkatkan permodalan mendatangkan perusahaan penjamin emisi atau bank investasi. Proses ini dijalankan untuk menentukan jenis investasi aman terbaik yang akan dikeluarkan. Termasuk menawarkan harga, nilai saham, dan jangka waktu penawaran kepada publik. Cara lain agar sebuah perusahaan Go public adalah dengan penawaran umum langsung.

Beberapa proses harus dilalui dalam penawaran umum perdana. Penjamin atau sekuritas akan memfasilitasi beberapa hal, diantaranya pembentukan tim IPO yang terdiri dari penjamin, pengacara, akuntan publik bersertifikat, dan badan otoritas jasa keuangan. Semua informasi tentang perusahaan akan disusun, kinerja dan operasional untuk ditinjau. Memberikan laporan keuangan, mengajukan proposal kepada badan otoritas jasa keuangan. Dan menetapkan tanggal dibukanya penawaran IPO.

Baca juga: Apa Itu ETF Bitcoin? Sejak Kapan Proposal Crypto Diajukan?

IPO bertindak untuk meningkatan modal, dimana risiko ekuitas dikeluarkan untuk pemilik baru. Perusahaan akan mempertahankan nilai kenaikan ekuitas, biaya yang lebih rendah dan pajak. Selama IPO terjadi peningkatan modal investasi yang disebut sebagai underwriting. Yaitu, proses meningkatan modal investasi tambahan menggunakan layanan bank investasi atau penjamin.

Bank menetapkan harga kliring pasar untuk IPO berdasarkan agregat indikasi investor tentang harga yang akan dibayarkan untuk alokasi ekuitas perusahaan pra-IPO. Naik turunnya harga saham tergantung daripada perkembangan perusahaan, bagaimana mempromosikan dan kinerja yang telah dilakukan. Jika perusahaan gagal mendapatkan pasar, maka nilai jual saham akan menurun.

Saham IPO biasanya akan naik dihari pertama, bisa saja kenaikan ini mencapai hingga 60 persen dan kemudian turun di hari berikutnya. Selama beberapa bulan setelah IPO diterbitkan, biasanya juga akan mengalami penurunan harga. Tetapi perusahaan sekuritas biasanya telah membuat kesepakatan agar tidak menjual saat priode lockup. Setelah kesepakatan berakhir, investor bisa menjualnya.

Baca juga: Apa itu ETF? Sekuritas Yang Diperdagangkan Di Bursa Saham

Bagaimana memperoleh keuntungan maksimal dari pembelian saham IPO? Setidaknya penjelasan tentang ‘apa itu IPO’ telah membuka pemikiran kita. Saham sebaiknya dipertahankan dalam jangka waktu yang lama, biasanya berkisar lebih dari 3 tahun maka akan tampak pertumbuhan yang nyata. Dalam jangka waktu ini, perusahaan telah menunjukkan perkembangan. Jenis usaha, kualitas, sumber daya dan kinerja perusahaan, sangat menentukan harga saham dimasa mendatang.