Sabtu , November 17 2018
Home / Mining / 6 Algoritma Cryptocurrency Paling Populer Saat Ini
EOS, Algoritma Cryptocurrency

6 Algoritma Cryptocurrency Paling Populer Saat Ini

Bagi penambang kripto, mengetahui 6 algoritma cryptocurrency populer merupakan hal yang penting. Jika tidak memahami algoritma hashing, maka akan berdampak pada hasil maksimal. Algo ini ditentukan dengan program miner dan perangkat apa saja yang bisa digunakan untuk menambang kripto tersebut. Sampai saat ini, tercatat puluhan algoritma kriptografi yang diterapkan untuk menciptakan mata uang digital.

Setidaknya, saat ini tercatat ada ratusan cryptocurrency yang bisa diperoleh dengan cara Proof of Work (PoW). Koin-koin ini ditambang dengan algoritma hashing yang berbeda, dan tidak semuanya bisa multimining. Belum lagi kripto yang mengadopsi Proof of Stake (PoS), maka total cryptocurrency yang bisa kita temukan sudah melebihi 1000 kripto, termasuk token dan dApps.

Jika demikian banyaknya cryptocurrency, koin mana yang pantas dimiliki dan bernilai secara ekonomi? Beberapa pendapat menyarankan bahwa ada 100 koin teratas yang bisa dijadikan sebagai aset investasi. Jajaran koin-koin ini bisa dilihat pada website Coin Market Capital, dimana perubahan urutan terjadi setiap hari. Sebaiknya mengambil 50 koin teratas, semakin tinggi nilai capital maka semakin besar kesempatan crypto itu berkembang dimasa mendatang.

Jika kita ingin memperolehnya dengan cara menambang, maka kenali lebih dahulu algoritma cryptocurrency. Apakah perangkat yang digunakan sudah sesuai dengan kriteria, atau sudah tidak mungkin digunakan lagi. Sebagai contoh, penambangan bitcoin, bitcoin cash dan litecoin, sudah tidak mungkin menggunakan GPU. Koin-koin ini bisa menguntungkan jika ditambang dengan perangkat ASIC miner. Dan tidak semua jenis ASIC bisa digunakan untuk menambang semua koin.

Algoritma Cryptocurrency Populer

Apa saja jenis algoritma cryptocurrency populer yang digunakan untuk menambang? Berikut beberapa algoritma hashing yang kini digunakan untuk pembuatan cryptocurrency:

1. Algoritma SHA256

SHA256, adalah algoritma yang dikembangkan oleh National Security Agency untuk menghasilkan tanda tangan 32 byte unik. Ini berfungsi sebagai kriptografi satu arah dan tidak mungkin mendekripsikan kembali teks asli. Koin populer yang menggunakan algoritma ini diantaranya adalah BTC dan BCH.

Baca juga: Resiko Mining Bitcoin Yang Harus Dipahami Penambang

2. Algoritma Scrypt

Scrypt, merupakan sebuah password berdasarkan key-derivation untuk melindungi sistem dari serangan. User memasuki sistem akan menjalankan fungsi ini hanya sekali. Ketika terjadi brute-force maka algoritma menghasilkan banyak nomor pseudorandom yang menghabiskan banyak RAM. Jadi, serangan pada sistem algoritma Scrypt akan menyita waktu dan biaya besar. Koin populer yang menggunakan algoritma Scrypt adalah Litecoin, DOGE, VIA dan XVG.

3. Algoritma ‘X’

X11, X12, X13, X14, X15, X17, seluruhnya dianggap sebagai salah satu algoritma paling aman karena menggunakan multiple hashing. Misalnya X11, algo ini akan menggunakan fungsi 11 hash berbeda untuk meningkatkan keamanan data. Algo ini bisa meminimalkan biaya energi listrik, kinerja luar biasa untuk penambangan CPU dan GPU.

Untuk meretas sistem algo ‘X’ harus menemukan kerentanan yang ada pada seluruh hash. Misalnya X13, maka hacker harus membobol celah yang terdapat pada masing-masing fitur 13 hash. Algo yang menerapkan fitur ‘X’ diantaranya adalah Blake, Bmw, Groestle, Keccak, Skein, Luffa, Jh. Cubehash, Shavite, Simd, Echo, Shabal, Whirlpool. Koin populer yang menggunakan algoritma X11 adalah DASH, BCD, NAV.

4. Algoritma CryptoNote & CryptoNight

CryptoNight dirancang khusus untuk menambang koin anonim, yang terkenal adalah Bytecoin dan Monero. Algo ini merupakan bagian dari CryptoNote dan dikembangkan secara rutin sebagai bentuk ASIC resisten, dan hanya bisa ditambang dengan CPU atau GPU. Saat ini kripto yang diciptakan sudah banyak termasuk ETN, XMO, XMV, dll.

Baca juga: 3 Cryptocurrency Yang Paling Mudah Ditambang CPU Biasa

5. Algoritma Ethash & Dagger

Ethash adalah algoritma yang digunakan oleh dua blockchain populer, Ethereum dan Ethereum Classic. Algoritma ini tahan terhadap penambangan ASIC dan menjaga penambang GPU. Sehingga menjaga cryptocurrency tetap terdesentralisasi tanpa monopoli.

Baca juga: VGA Mining Ethereum Terbaik, Hash Rate Maksimal

Dagger dikembangkan oleh Vitalik Buterin untuk menghasilkan algoritma tahan ASIC. Algo ini mengurangi kemungkinan keuntungan pengguna ASIC dibandingkan dengan pengguna CPU. Dagger disebut alternatif untuk Scrypt, algoritma yang mempercepat dan efisien dalam penambangan. Kemudian pengembangan selanjutnya Dagger-Hashimoto, kombinasi dari dua algoritma yang dikembangkan terutama untuk platform Ethereum.

6. Algoritma Equihash

Equihash ditemukan oleh para peneliti Interdisciplinary Centre for Security, Reliability and Trust (Luxemburg). Tujuan utamanya adalah untuk membuat proses penambangan cryptocurrency yang tahan terhadap ASIC, dan tetap menjaga desentralisasi. Koin populer yang menggunakan algoritma Equihash adalah ZEC, BTG, ZCL.

Baca juga: Cara Mining Bitcoin, Altcoin, Paling Mudah Dan Cepat

Kelima algoritma cryptocurrency diatas saat ini paling populer digunakan dalam pembuatan mata uang digital. Masih ada puluhan algoritma kriptografi yang kini digunakan untuk penambangan. Termasuk NeoScrypt, Quark, NIST-5, Lyra2RE, bisa dilihat pada halaman ini: Jenis Kriptografi Modern, 22 Algoritma Cryptocurrency